Kembali Menulis Tangan di Zaman Layar Sentuh
Ada yang berubah ketika pena menyentuh kertas: pikiran ikut melambat dan kata-kata menjadi lebih berhati-hati.
16 Jul 2026 · 5 mnt baca
Beberapa tahun terakhir saya mengetik hampir semua hal. Cepat, memang. Tapi ada sesuatu yang hilang: jejak tangan, coretan di pinggir halaman, dan rasa bahwa tulisan itu benar-benar milik saya.
Ketika saya kembali menulis dengan tangan, saya menemukan kembali ritme yang lebih pelan. Kesalahan tidak bisa dihapus dengan satu tombol, jadi saya belajar memaafkan kalimat yang belum sempurna.
Menulis tentang kota, kebiasaan, dan hal-hal yang bergerak pelan. Penulis utama di Jurnal Kota.
Tanggapan (1)
- Laras Wening16 Jul 2026
Saya mulai lagi menulis jurnal tangan tahun ini. Memang terasa beda.
Lebih banyak dari Arta
Menulis Pelan di Kota yang Bergegas
Tentang bagaimana kebiasaan lama membentuk cara kita berpikir, dan mengapa melambat justru membuat tulisan lebih jujur.
Membangun Kebiasaan Riset yang Sehat
Riset yang baik bukan soal mengumpulkan sebanyak-banyaknya, melainkan bertanya dengan lebih jernih.
Warisan Pantun dalam Percakapan Modern
Pantun tidak hilang; ia hanya berpindah panggung — dari beranda rumah ke kolom komentar.