Warisan Pantun dalam Percakapan Modern
Pantun tidak hilang; ia hanya berpindah panggung — dari beranda rumah ke kolom komentar.
14 Jul 2026 · 7 mnt baca
Dulu pantun dilantunkan di beranda, diiringi petikan gambus. Kini ia muncul sebagai balasan jenaka di media sosial. Bentuknya berubah, tetapi ruhnya sama: menyampaikan maksud dengan santun dan berima.
Tulisan ini untuk anggota Member
Naik ke Member untuk membaca tulisan ini sampai selesai dan mendukung penulisnya.
Sudah berlangganan? Masuk
Pemerhati bahasa dan tradisi lisan. Mengumpulkan pantun, pepatah, dan cerita rakyat.
Tanggapan (0)
Lebih banyak dari Arta
Menulis Pelan di Kota yang Bergegas
Tentang bagaimana kebiasaan lama membentuk cara kita berpikir, dan mengapa melambat justru membuat tulisan lebih jujur.
Kembali Menulis Tangan di Zaman Layar Sentuh
Ada yang berubah ketika pena menyentuh kertas: pikiran ikut melambat dan kata-kata menjadi lebih berhati-hati.
Membangun Kebiasaan Riset yang Sehat
Riset yang baik bukan soal mengumpulkan sebanyak-banyaknya, melainkan bertanya dengan lebih jernih.